Berbicara soal hewan, pikiran kita akan langsung tertuju ke kebun binatang. Di kebun binatang, kita sebenarnya tidak hanya berekreasi bersama keluarga. Namun juga memberikan pengetahuan kepada anak soal dunia hewan. Mulai dari hewan buas, unik, langka, hingga yang lucu dan menggemaskan.
Apapun itu, keberadaan hewan adalah anugerah bagi ekosistem di dunia. Karena itu, tak jarang hewan hidup berdampingan dengan mahluk lain, termasuk manusia. Apakah itu sebagai peliharaan, atau pun teman.
Ada orang yang mengatakan bahwa hewan peliharaan memberikan kesetiaan dan kasih sayang tak bersyarat kepada sang majikan. Bahkan, banyak kisah atau cerita tentang hewan yang menjadi perhatian media. Berikut kisah-kisah mengharukan dari dunia fauna di dunia.
1. Anjing Setia Hingga Akhir Hayat (Amerika Serikat)
Setia Hingga Akhir Hayat.
Di Amerika Serikat, seorang prajurit marinir bernama Jon Tumilson yang berusia 25 tahun, memiliki hewan peliharaan anjing jenis Hawkeye. Pada Agustus 2011 , Jon bersama 21 teman prajurit lainnya tewas setelah helikopter Chinook yang mereka tumpangi jatuh ditembak gerilyawan Afghanistan.
Ada pemandangan mengharukan pada saat penghormatan terakhir bagi Jon Tumilson. Ratusan orang yang hadir melihat anjing Hawkeye, turut terbaring di depan peti mati sang majikan sepanjang upacara penghormatan terakhir berlangsung. Anjing Hawkeye rupanya belum bisa melupakan kenangan yang dilewati bersama sang majikan.
Sepupu Jon Tumilson, yaitu Lisa Pembleton mengabadikan peristiwa tersebut, sebelum kemudian diunggah di internet. Anjing Hawkeye malang tersebut akhirnya dipelihara oleh salah seorang teman dekat Jon. Apa yang diperlihatkan Hawkeye merupakan wujud kesetiaan seekor hewan pada majikannya.
Lebih dari itu, kalau kita amati, sikap sang majikanlah yang bisa membuat hewan tak akan pernah melupakan tuannya. Demikian pula dengan kehidupan, jika kita tak pernah menyayangi, mana mungkin orang peduli?
Mirip sama cerita anjing Hachiko dari Jepang...
2. Persahabatan Singa dengan 2 Orang Sahabat (Inggris)
Anthony Bourke, John Rendall, dan Christian
Kisah yang satu ini tentang si raja hutan, singa. Pada tahun 1970-an, seekor singa bernama Christian menggemparkan dunia dengan kisahnya. Seekor singa yang terkenal buas, ternyata memiliki sisi lembut seperti halnya manusia. Mereka juga punya kasih sayang, ingatan, rasa rindu, dan tentunya kesetiaan. Pada awalnya, Christian menjadi korban kejahatan pemburu untuk diperdagangkan secara ilegal.
Tepatnya pada tahun 1969, Anthony Bourke dan sahabatnya, John Rendall, terkejut ketika menemukan seekor singa berusia 6 bulan di Harrods Pet Shop di Inggris, nasib ibu dan saudara singa tersebut tidak diketahui.
Kedua sahabat tersebut kemudian membeli bayi singa untuk dirawat di rumah. Mereka memberi nama bayi singa itu Christian. Mereka bertiga tinggal di sebuah rumah di London. Anthony dan John memperlakukan Christian layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, nonton bersama, dan jalan-jalan bersama. Singkat kata jalinan persahabatan mereka tak bisa terpisahkan.
Sembilan bulan berlalu, Christian tumbuh menjadi singa dewasa. Lingkungan sudah tidak cocok lagi dengan Christian. Tetangga sekitar takut melihat seekor singa besar jantan berlarian. Meski sedih, Anthony dan John akhirnya mengembalikan Christian ke hutan Kenya, Afrika.
Setelah satu tahun berpisah, Anthony dan John memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan di Afrika melarang keduanya mendekat, atau bahkan mencarinya, karena Christian sudah menjadi singa liar dewasa yang tentu saja akan sangat membahayakan.
Anthony dan John tak peduli. Mereka tetap ke Afrika karena percaya persahabatan yang terjalin sudah sangat dalam. Salah seorang teman mereka tertarik dan ikut bersama untuk merekam momen spesial tersebut.
Setelah berjam-jam mencari, mereka akhirnya bertemu Christian di dekat pegunungan. Teman Anthony dan John yang merekam kejadian tersebut menahan nafas saat melihat sosok singa besar berlari ke arah mereka. Hanya Anthony dan John saja yang bersikap santai seolah menyambut teman lama.
Sesuai perkiraan, Christian ternyata tidak melupakan Anthony dan John. Singa besar itu justru merasa senang. Ia bergantian memeluk, mencium Anthony dan John, seperti kebiasaan mereka dulu. Mereka bercengkarama beberapa jam, sebelumnya akhirnya berpisah lagi.
3. Kucing Jantan Kehilangan Pasangannya (Turki)
Kisah ini terjadi di kota Antalya, Turki. Secara tak sengaja, dengan menggunakan kamera video amatir, seorang warga merekam seekor kucing jantan yang sedang memberikan pertolongan kepada betinanya yang terkapar setelah tertabrak mobil.
Seperti tindakan manusia saat menolong korban kecelakaan lalu lintas, kucing jantan terus memberikan pertolongan pertama dengan menekan-nekan bagian tubuh kucing betina yang sedang terkapar. Tak sampai di situ, sang jantan juga menjilati dan menciumi wajah kucing betina.
Sesekali, si kucing jantan menyandarkan kepalanya di kepala dan pundak sang betina. Adegan ini berlangsung hampir dua jam lamanya.
Sejumlah orang mencoba membantu, namun kucing jantan tak membiarkan mereka mendekat.
Dokter hewan akhirnya tiba di tempat kejadian dan membawa kucing betina. Sayang, kedatangan dokter hewan itu terlambat karena si kucing betina sudah tak bisa disadarkan dan meninggal dunia.
4. Akhir Kisah Cinta Sepasang Burung
Berikut ini pelajaran kesetiaan dari sepasang burung. Pasangan burung ini dikabarkan diambil fotonya di suatu wilayah di negara Republik Ukraina, saat burung jantan tersebut sedang berusaha menyelamatkan pasangan betinanya.
Seekor burung betina terkapar di pelataran dengan kondisi tubuh yang parah. Pasangannya, seekor burung jantan membawakan makanan untuk sang betina dengan kasih sayang dan haru. Makanan yang dibawa melalui paruhnya, kemudian disuapkan kepada sang betina.
Upaya tenaga serta kasih sayang yang ditunjukkan burung jantan, ternyata tidak mampu menolong pujaan hatinya.
Beberapa lama setelah diberikan makanan, burung betina akhirnya mati. Mengetahui pasangan yang dicintainya telah pergi, burung jantan pun menangis. Sambil berdiri di samping burung betina, sang jantan kemudian berteriak dengan suara yang menyedihkan.
Jutaan orang di Amerika dan Eropa yang menyaksikan tayangan itu melalui youtube, meneteskan air mata
5. Saat-Saat Terakhir 'Knut' si Beruang Kutub (Jerman)
Kematian beruang kutub bernama Knut difilmkan pihak kebun binatang Berlin. Beruang ini menjadi besar ketika dipelihara oleh penjaga kebun binatang. Semula, beruang Knut ditolak ibunya saat lahir pada 5 Desember 2006 di penangkaran.
Beruang Knut mati pada hari sabtu. Petugas kebun binatang mengatakan, beruang Knut mati saat sedang sendiri di pekarangannya. Namun dijelaskan jika sebelum mati, beruang berbulu halus itu tidak mengalami sakit.
Sebuah visum kemudian dilakukan pada hari Senin. Pada saat kejadian, hampir 700 orang melihat beruang berusia empat tahun itu mati. Wali kota Berlin, Klaus Wowereit bahkan menyebutkan, kematian Knut mengerikan.
Beruang Knut diperlihatkan ke publik, 15 minggu setelah dilahirkan. Namanya makin terkenal ketika berfoto bersama dengan aktor Leonardo Di Caprio yang diabadikan fotografernya yang ternama, Annie Leibovitz.
Meski belum pernah diliris angka pastinya, namun beruang Knut telah menghasilkan pendapatan ratusan ribu Euro melalui segala replika yang dibuat. Seperti, kartu pos, gantungan kunci, permen, serta boneka. Kematiannya tentu meninggalkan kesedihan dari para pecintanya. Bahkan ratusan penggemarnya dengan sedih mengatakan selamat tinggal Knut.
Sabtu, 29 September 2012
Sabtu, 18 Agustus 2012
Peppermint
DAUN mint atau nama lainnya adalah Mentha Cordifolia yang selama ini kita kenal, tak hanya memiliki khasiat untuk menyegarkan napas. Ternyata lebih dari itu, daun mint yang beraroma wangi dan bercita rasa dingin menyegarkan ini juga memiliki banyak kegunaan dan mampu mengatasi beberapa masalah kesehatan, berikut beberapa di antaranya:
1. Sistem Pencernaan
Daun mint merupakan makanan pembuka yang menyehatkan. Mengapa? Karena mint mampu menenangkan kondisi dalam perut kita. Aroma mint akan mengaktifkan kelenjar air liur dan kelenjar yang menghasilkan enzim pencernaan. Alhasil percernaan kita pun lancar.
2. Mual dan Sakit Kepala
Aroma mint yang menyegarkan merupakan obat ampuh untuk mengatasi mual. Hiruplah aroma minyak mint atau daun mint segar supaya mual berkurang. Bila dioleskan, sakit kepala juga akan berkurang.
3. Gangguan Pernafasan
Aroma mint yang segar sangat efektif melegakan saluran pernapasan dengan membuka kongesti hidung, tenggorok, dan paru-paru. Rasa mint juga bisa membantu mengatasi batuk.
4. Asma
Penggunaan mint secara teratur bisa membantu penderita asma karena mampu memberikan relaksasi dan membantu melegakan pernapasan.
5. Perawatan Kulit
Jus mint sangat bagus bila dijadikan masker wajah. Selain menghaluskan kulit, infeksi, gatal-gatal, dan jerawat juga bisa teratasi. Mint juga bisa mengatasi gigitan nyamuk.
6. Kesehatan Mulut
Ini tentunya manfaat yang diketahui banyak orang dari daun mint. Karena kemampuannya dalam mengatsi kuman dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam mulut, tak heran mulut serta napas kita akan senantiasa segar apabila rutin menggunakannya.
7. Kanker
Menurut penelitian terkini, beberapa enzim yang terkandung dalam daun mint bisa membantu melawan sel Kanker .
1. Sistem Pencernaan
Daun mint merupakan makanan pembuka yang menyehatkan. Mengapa? Karena mint mampu menenangkan kondisi dalam perut kita. Aroma mint akan mengaktifkan kelenjar air liur dan kelenjar yang menghasilkan enzim pencernaan. Alhasil percernaan kita pun lancar.
2. Mual dan Sakit Kepala
Aroma mint yang menyegarkan merupakan obat ampuh untuk mengatasi mual. Hiruplah aroma minyak mint atau daun mint segar supaya mual berkurang. Bila dioleskan, sakit kepala juga akan berkurang.
3. Gangguan Pernafasan
Aroma mint yang segar sangat efektif melegakan saluran pernapasan dengan membuka kongesti hidung, tenggorok, dan paru-paru. Rasa mint juga bisa membantu mengatasi batuk.
4. Asma
Penggunaan mint secara teratur bisa membantu penderita asma karena mampu memberikan relaksasi dan membantu melegakan pernapasan.
5. Perawatan Kulit
Jus mint sangat bagus bila dijadikan masker wajah. Selain menghaluskan kulit, infeksi, gatal-gatal, dan jerawat juga bisa teratasi. Mint juga bisa mengatasi gigitan nyamuk.
6. Kesehatan Mulut
Ini tentunya manfaat yang diketahui banyak orang dari daun mint. Karena kemampuannya dalam mengatsi kuman dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam mulut, tak heran mulut serta napas kita akan senantiasa segar apabila rutin menggunakannya.
7. Kanker
Menurut penelitian terkini, beberapa enzim yang terkandung dalam daun mint bisa membantu melawan sel Kanker .
Minggu, 12 Agustus 2012
BATIK
Batik is one way of making fabric. Besides batik can refer to two things. The first is the technique of coloring cloth using the night to prevent staining part of the fabric. In the international literature, this technique is known as a wax-resist dyeing.
The second notion is a fabric or clothing made with these techniques, including the use of certain motifs that its uniqueness. Batik Indonesia, as the overall engineering, technology, and development-related motives and culture, UNESCO has been designated a Cultural Heritage for Humanity Oral and Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) since October 2, 2009.
The word "batik" comes from the combination of two Javanese word "amba", meaning "writing" and "titik" which means "point".
The art of dyeing cloth to prevent staining technique using the night is one of the ancient art form. Discoveries in Egypt showed that this technique has been known since the 4th century BC, with the discovery of a mummy wrapping cloth which is also coated the night to form a pattern. In Asia, batik similar technique is also applied in China during the T'ang Dynasty (618-907) as well as in India and Japan during the Nara Period (645-794). In Africa, such as the batik technique known by the Yoruba tribe in Nigeria, as well as the Soninke and Wolof tribe in Senegal.
In Indonesia, batik is believed to have existed since the Majapahit era, and became very popular late eighteenth century or early nineteenth century. Produced batik batik is all up to the early twentieth century and the new batik known after World War I or sometime in the 1920s.
Although the word "batik" comes from the Javanese, the presence of batik in Java itself is not recorded. Rouffaer GP believes that batik technique is likely to be introduced from India or Sri Lanka in the 6th century, or to-7.
On the other hand, JLA Brandes (Dutch archaeologist) and FA Sutjipto (archaeologist Indonesia) believe that the tradition of batik is a native of the area such as Toraja, Flores, Halmahera and Papua. It should be noted that the region is not an area that is influenced by Hinduism, but it is known to have an ancient tradition of making batik.
GP Rouffaer gringsing also reported that the pattern has been known since the 12th century in Kediri, East Java. He concluded that this pattern can only be formed by using a canting, so he argues that the canting is found in Java in the period surrounding it.
Detailed carvings that resemble the pattern of batik cloth worn by the Prajnaparamita, the Buddhist statues of the goddess of wisdom from the East Java the 13th century. Detailed dress pattern featuring vines and delicate flowers similar to the traditional Javanese batik patterns that can be found now. This suggests that creating an intricate batik patterns can only be made with a canting has been known in Java since the 13th century or even earlier.
Legend in the Malay literature of the 17th century, Sulalatus Salatin told Admiral Hang Nadim ordered by Sultan Mahmud to sail to India to get 140 pieces of cloth with a pattern of 40 litter types of flowers on each page. Being unable to fulfill orders, he made himself the fabrics were. But unfortunately shipwrecked on the way home and only capable of carrying four pieces that make the emperor disappointed. By some commentators, who? litter was interpreted as batik.
In European literature, batik technique was first described in the book History of Java (London, 1817) writings of Sir Thomas Stamford Raffles. He had been a British governor of Java during Napoleon occupied the Netherlands. In 1873 a Dutch merchant Van Rijekevorsel give a piece of batik earned during his visit to Indonesia to Ethnic Museum in Rotterdam and at the beginning of the 19th century that began to reach the golden age batik. When exhibited at the Exposition Universelle in Paris in 1900, Indonesian batik amaze the public and artists.
Since industrialization and globalization, which introduces automation techniques, batik is a new type emerged, known as batik and printed batik, while that produced by traditional batik techniques using a canting handwriting and night is called batik. At the same time immigrants from Indonesia to Malaya Fellowship also brought along their batik.
The second notion is a fabric or clothing made with these techniques, including the use of certain motifs that its uniqueness. Batik Indonesia, as the overall engineering, technology, and development-related motives and culture, UNESCO has been designated a Cultural Heritage for Humanity Oral and Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) since October 2, 2009.
The word "batik" comes from the combination of two Javanese word "amba", meaning "writing" and "titik" which means "point".
The art of dyeing cloth to prevent staining technique using the night is one of the ancient art form. Discoveries in Egypt showed that this technique has been known since the 4th century BC, with the discovery of a mummy wrapping cloth which is also coated the night to form a pattern. In Asia, batik similar technique is also applied in China during the T'ang Dynasty (618-907) as well as in India and Japan during the Nara Period (645-794). In Africa, such as the batik technique known by the Yoruba tribe in Nigeria, as well as the Soninke and Wolof tribe in Senegal.
In Indonesia, batik is believed to have existed since the Majapahit era, and became very popular late eighteenth century or early nineteenth century. Produced batik batik is all up to the early twentieth century and the new batik known after World War I or sometime in the 1920s.
Although the word "batik" comes from the Javanese, the presence of batik in Java itself is not recorded. Rouffaer GP believes that batik technique is likely to be introduced from India or Sri Lanka in the 6th century, or to-7.
On the other hand, JLA Brandes (Dutch archaeologist) and FA Sutjipto (archaeologist Indonesia) believe that the tradition of batik is a native of the area such as Toraja, Flores, Halmahera and Papua. It should be noted that the region is not an area that is influenced by Hinduism, but it is known to have an ancient tradition of making batik.
GP Rouffaer gringsing also reported that the pattern has been known since the 12th century in Kediri, East Java. He concluded that this pattern can only be formed by using a canting, so he argues that the canting is found in Java in the period surrounding it.
Detailed carvings that resemble the pattern of batik cloth worn by the Prajnaparamita, the Buddhist statues of the goddess of wisdom from the East Java the 13th century. Detailed dress pattern featuring vines and delicate flowers similar to the traditional Javanese batik patterns that can be found now. This suggests that creating an intricate batik patterns can only be made with a canting has been known in Java since the 13th century or even earlier.
Legend in the Malay literature of the 17th century, Sulalatus Salatin told Admiral Hang Nadim ordered by Sultan Mahmud to sail to India to get 140 pieces of cloth with a pattern of 40 litter types of flowers on each page. Being unable to fulfill orders, he made himself the fabrics were. But unfortunately shipwrecked on the way home and only capable of carrying four pieces that make the emperor disappointed. By some commentators, who? litter was interpreted as batik.
In European literature, batik technique was first described in the book History of Java (London, 1817) writings of Sir Thomas Stamford Raffles. He had been a British governor of Java during Napoleon occupied the Netherlands. In 1873 a Dutch merchant Van Rijekevorsel give a piece of batik earned during his visit to Indonesia to Ethnic Museum in Rotterdam and at the beginning of the 19th century that began to reach the golden age batik. When exhibited at the Exposition Universelle in Paris in 1900, Indonesian batik amaze the public and artists.
Since industrialization and globalization, which introduces automation techniques, batik is a new type emerged, known as batik and printed batik, while that produced by traditional batik techniques using a canting handwriting and night is called batik. At the same time immigrants from Indonesia to Malaya Fellowship also brought along their batik.
Senin, 09 Juli 2012
Arti Mulia Dari Ibu
Terkadang , orang - orang menganggap teguran Ibu hanyalah untuk membuat telinga merah saja . Mereka menutup telinga dengan erat agar angin yang membawa teguran itu Hanya Berhenti satu inchi Di sebelah daun telinga mereka , Dan tak membiarkannya masuk ke lubang telinga . Tapi untuk ku Ibu Lebih Dari segalanya . Ku artikan semuanya menjadi Hal yang positive yang Terkadang orang lain tak menyadarinya . Ini adalah sebagian contoh yang menurut Anda Hal yang Negative , tapi dalami arti yang sebenarnya . Sebetulnya , saya baru mengerti Sekarang maksud Dari semua ini :
1)Saat Ibu Marah - Marah karena kelakuan ku ( Ibu masih ada untukku dan sayang kepada ku . Dan tak membiarkanku jatuh ke dalam lubang penyesalan ) .
2)Saat Ibu mencubit lenganku ( Masih Ada peluk hangat Ibu yang setia menemaniku ) .
3)Ketika Ibu Pindah kantor Dan terpisah jarak dengan ku ( Alam mengajar ku untuk belajar mandiri ) .
4)Saat Ibu memarahiku agar Aku Berhenti menangis ( Ku Lebih beruntung mempunyai Ibu , Daripada para yatim-piatu yang Ada Di panti asuhan ) .
Mungkin Hanya itu yang dapat saya bagikan untuk semua . Inspirasiku : IBU ...
1)Saat Ibu Marah - Marah karena kelakuan ku ( Ibu masih ada untukku dan sayang kepada ku . Dan tak membiarkanku jatuh ke dalam lubang penyesalan ) .
2)Saat Ibu mencubit lenganku ( Masih Ada peluk hangat Ibu yang setia menemaniku ) .
3)Ketika Ibu Pindah kantor Dan terpisah jarak dengan ku ( Alam mengajar ku untuk belajar mandiri ) .
4)Saat Ibu memarahiku agar Aku Berhenti menangis ( Ku Lebih beruntung mempunyai Ibu , Daripada para yatim-piatu yang Ada Di panti asuhan ) .
Mungkin Hanya itu yang dapat saya bagikan untuk semua . Inspirasiku : IBU ...
Minggu, 08 Juli 2012
My Beautiful Life
Bab 1 (03)
Dengan cepat Kak Rieke Segera diantar ke Rumah Sakit terdekat setelah mengalami Mimisan yang hebat . Mungkin ini Mimisan yang kesekian Di hari ini . Mukanya yang Hampir seputih dinding kelas ku , mengambang Tanpa ekspresi pasti .
Setelah Kak Rieke Di roentgen , kami ( Aku , Kak Rieke , Ibu ) berkonsultasi dengan Sang Dokter , ya... Ini Dokter Pertama yang Kak Rieke kunjungi .
"Rieke Andyaksa .... " perawat memanggil Nama kakak ku .
Kaki kami , Tanpa percaya pada dirinya , melangkah menuju ruang dokternya yang sudah bisa Kutebak .... Bau alcohol Segera menusuk lorong hidungku .
***
Setelah berbincang-bincang dengan Dokter yang bisa ku bilang sekitar umur 40 - 50 tahun yang ternyata juga cukup Ramah . Kakak ku diberi tahu Bahwa itu bukan suatu penyakit yang mematikan , melainkan hanyalah masalah biasa saja , tapi itu menurut kakak ku .
Kata Sang Dokter , pembuluh darah Di sekitar hidung Kak Rieke memang sangat mudah untuk pecah , karena apa Aku tak tahu .
Saat sedang Di perjalanan pulang menuju ke Rumah , Aku sempat bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Dokter Tadi . Tapi anehnya , Mengapa Kak Rieke tenang - tenang saja . Baiklah , sepertinya Ia melihat gelagatku . Dan ia memberitahukan Bahwa ia baik - baik saja .
Sejak bersamanya , ku diajarkan Olehnya berbagai bahasa isyarat Dan beribu artinya .
***
Sesampainya Di Rumah , Kakakku menulis sesuatu , tepatnya sebuah renungan kecil . Kegiatan itu memang selalu ia lakukan setiap harinya . Aku sedang duduk disebelahnya dengan sebuah Buku tebal Di Tanganku . Jadi , Aku bisa melihat tulisan apa yang Akan ia tulis . Ketika ku lihat , Ada sebuah renungan yang berisi
"Semangat bagaikan sebuah lentera Di kegelapan" .
Dengan cepat Kak Rieke Segera diantar ke Rumah Sakit terdekat setelah mengalami Mimisan yang hebat . Mungkin ini Mimisan yang kesekian Di hari ini . Mukanya yang Hampir seputih dinding kelas ku , mengambang Tanpa ekspresi pasti .
Setelah Kak Rieke Di roentgen , kami ( Aku , Kak Rieke , Ibu ) berkonsultasi dengan Sang Dokter , ya... Ini Dokter Pertama yang Kak Rieke kunjungi .
"Rieke Andyaksa .... " perawat memanggil Nama kakak ku .
Kaki kami , Tanpa percaya pada dirinya , melangkah menuju ruang dokternya yang sudah bisa Kutebak .... Bau alcohol Segera menusuk lorong hidungku .
***
Setelah berbincang-bincang dengan Dokter yang bisa ku bilang sekitar umur 40 - 50 tahun yang ternyata juga cukup Ramah . Kakak ku diberi tahu Bahwa itu bukan suatu penyakit yang mematikan , melainkan hanyalah masalah biasa saja , tapi itu menurut kakak ku .
Kata Sang Dokter , pembuluh darah Di sekitar hidung Kak Rieke memang sangat mudah untuk pecah , karena apa Aku tak tahu .
Saat sedang Di perjalanan pulang menuju ke Rumah , Aku sempat bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Dokter Tadi . Tapi anehnya , Mengapa Kak Rieke tenang - tenang saja . Baiklah , sepertinya Ia melihat gelagatku . Dan ia memberitahukan Bahwa ia baik - baik saja .
Sejak bersamanya , ku diajarkan Olehnya berbagai bahasa isyarat Dan beribu artinya .
***
Sesampainya Di Rumah , Kakakku menulis sesuatu , tepatnya sebuah renungan kecil . Kegiatan itu memang selalu ia lakukan setiap harinya . Aku sedang duduk disebelahnya dengan sebuah Buku tebal Di Tanganku . Jadi , Aku bisa melihat tulisan apa yang Akan ia tulis . Ketika ku lihat , Ada sebuah renungan yang berisi
"Semangat bagaikan sebuah lentera Di kegelapan" .
Selasa, 03 Juli 2012
Gurat Tanganku Untuk Palestina
Aku disini , Ada untuk mereka .
Kita semua hadir , untuk Genggam erat Tangan mereka .
Mata dunia masih terpejam , seakan masalah itu... Hanyalah saringan Bulu semata .
Tak dunia sadari . Masalah ini terlampau besar untuk mereka . Setelah Lebih Dari setengah abad merasakan pahit , pedih penjajahan .
Apakah Hanya mataku saja yang terbuka ? . Jika itu tak benar.... Mengapa dunia masih tak menghiraukannya ? .
Hampir selalu manusia Lemah , tak berdaya ditindas Tanpa ampun .
Rasa sakit memukul Keras pintu hati ini .
Mengapa dunia ini tak adil ? .
Mengapa Hanya orang berpangkat tinggi saja yang dapat merasakan ketenangan Di dunia ini ? .
Mengapa mereka tidak ? . Mengapa , Mengapa , Dan selalu Mengapa ...
Jika boleh Aku bertanya , Bukankah hak manusia Di dunia ini sama , Bukankah semua orang berhak merasakan manis hidup damai Di dunia ini ...
Tapi , apa yang dapat kulakukan untuk menghentikannya ? Seorang anak kecil , yang Begitu lugu Dan pendiam ... Begitu besarnya membela Hak Asasi Manusia ...
Apakah itu Begitu Lucu dimatamu ? .
Mungkin ... Sekarang ku Hanya bisa berharap , Untuk Esok ...
Dunia yang Lebih terang , Seperti terang lentera harapanku ...
Kita semua hadir , untuk Genggam erat Tangan mereka .
Mata dunia masih terpejam , seakan masalah itu... Hanyalah saringan Bulu semata .
Tak dunia sadari . Masalah ini terlampau besar untuk mereka . Setelah Lebih Dari setengah abad merasakan pahit , pedih penjajahan .
Apakah Hanya mataku saja yang terbuka ? . Jika itu tak benar.... Mengapa dunia masih tak menghiraukannya ? .
Hampir selalu manusia Lemah , tak berdaya ditindas Tanpa ampun .
Rasa sakit memukul Keras pintu hati ini .
Mengapa dunia ini tak adil ? .
Mengapa Hanya orang berpangkat tinggi saja yang dapat merasakan ketenangan Di dunia ini ? .
Mengapa mereka tidak ? . Mengapa , Mengapa , Dan selalu Mengapa ...
Jika boleh Aku bertanya , Bukankah hak manusia Di dunia ini sama , Bukankah semua orang berhak merasakan manis hidup damai Di dunia ini ...
Tapi , apa yang dapat kulakukan untuk menghentikannya ? Seorang anak kecil , yang Begitu lugu Dan pendiam ... Begitu besarnya membela Hak Asasi Manusia ...
Apakah itu Begitu Lucu dimatamu ? .
Mungkin ... Sekarang ku Hanya bisa berharap , Untuk Esok ...
Dunia yang Lebih terang , Seperti terang lentera harapanku ...
My Beautiful Life
Bab 1 (02)
Telah sebulan Aku mengenalnya .
Ia kini telah bersekolah Di Sekolah Menengah Pertama kelas 1 . Ya , dia setahun Lebih tua Daripada Aku .
Jadi , Biarlah kupanggil dia Kak Rieke .
Kakakku , Walau bukan kakak kandung , seorang perempuan Tangguh dalam menghadapi rintangan Di garis hidup . Walaupun dengan sebuah keterbatasan , yaitu Bisu .
Ia menghasilkan beribu-ribu puisi yang bisa disandingkan dengan karya William Shakespeare . Terkadang , ku baca sebagian Dari Puisinya , tak bisa ku bendung air mataku .
Pernah , Aku membaca Buku diary Kak Rieke , tertulis sebuah renungan didalamnya ,
Dunia ini Begitu indah ... Angin selalu menemaniku , dengan Tangan lembutnya... Mentari , menyambut pagi ku dengan senyum mewahnya... Alam masih menerimaku , Walaupun diriku Bagai di artikan debu oleh semua orang... Apa arti hidup ini ... Bila kita tak memanfaatkan hidup , Untuk sesama... Ku diajarkan untuk menerima Dan mengerti tentang hidup ini . Susah ataukah mudah harus Kita jalani dengan dengan sebuah kata , yaitu Tulus .
***
Suatu hari , ketika kami sibuk belajar Di kamar . Ku dengar kakakku mengerang . Kepalaku dengan cepat menoleh ke padanya . Terbentuk sebuah pulau merah Di Buku tulisnya . Ku lihat ke dirinya . Dengan tangan memegang kepalanya , ia tersenyum Kecil ke padaku .
" Apakah yang terjadi padanya ? . ku masih bingung dengan semua ini . Ia menggerakkan tangannya seakan ia berkata
" sudahlah , kau tak perlu memikirkanku . Aku tak apa . Hanya sedikit pusing ". Tapi bagaimana Aku bisa tenang jika Kak Rieke tak biasa seperti ini sebelumnya . Tapi... Entahlah ku masih sibuk memikirkannya
Telah sebulan Aku mengenalnya .
Ia kini telah bersekolah Di Sekolah Menengah Pertama kelas 1 . Ya , dia setahun Lebih tua Daripada Aku .
Jadi , Biarlah kupanggil dia Kak Rieke .
Kakakku , Walau bukan kakak kandung , seorang perempuan Tangguh dalam menghadapi rintangan Di garis hidup . Walaupun dengan sebuah keterbatasan , yaitu Bisu .
Ia menghasilkan beribu-ribu puisi yang bisa disandingkan dengan karya William Shakespeare . Terkadang , ku baca sebagian Dari Puisinya , tak bisa ku bendung air mataku .
Pernah , Aku membaca Buku diary Kak Rieke , tertulis sebuah renungan didalamnya ,
Dunia ini Begitu indah ... Angin selalu menemaniku , dengan Tangan lembutnya... Mentari , menyambut pagi ku dengan senyum mewahnya... Alam masih menerimaku , Walaupun diriku Bagai di artikan debu oleh semua orang... Apa arti hidup ini ... Bila kita tak memanfaatkan hidup , Untuk sesama... Ku diajarkan untuk menerima Dan mengerti tentang hidup ini . Susah ataukah mudah harus Kita jalani dengan dengan sebuah kata , yaitu Tulus .
***
Suatu hari , ketika kami sibuk belajar Di kamar . Ku dengar kakakku mengerang . Kepalaku dengan cepat menoleh ke padanya . Terbentuk sebuah pulau merah Di Buku tulisnya . Ku lihat ke dirinya . Dengan tangan memegang kepalanya , ia tersenyum Kecil ke padaku .
" Apakah yang terjadi padanya ? . ku masih bingung dengan semua ini . Ia menggerakkan tangannya seakan ia berkata
" sudahlah , kau tak perlu memikirkanku . Aku tak apa . Hanya sedikit pusing ". Tapi bagaimana Aku bisa tenang jika Kak Rieke tak biasa seperti ini sebelumnya . Tapi... Entahlah ku masih sibuk memikirkannya
Langganan:
Postingan (Atom)
