Senin, 25 Juni 2012

My Beautiful Life

Bab 1 (01)

Mentari pagi , masih malu untuk bangkit . Embun , masih Malas untuk ucapkan "Selamat Tinggal" . Dan ku masih bergelayut manja dengan semua mimpiku . Entah ,aku masih Malas untuk bangun . .
"KRIIIINNGG...." Jam sudah berteriak Tanpa putus asa . Akupun mengalah Dan mempersiapkan diri . Tak sampai dua jam , akupun siap .
Matahari mulai memekarkan seribu benang emasnya . Dengan sepeda Tuaku ini Aku pergi ke sekolah .
Saat Di perjalanan , aku bertemu dengan pengemis bisu . Kuberikan padanya sebagian Dari sisa uang jajanku kemarin . Hei... Tercetak angka 5.000 Disana .
Pengemis itu melihatku . Lalu ia menggerakkan jarinya Dan menyentuh seragamku . Hmm... Sepertinya ku tahu apa yang Akan dia bicarakan . Dan ku menjawabnya Walau ku tak tahu bagaimana jawabannya setelah ucapanku .
"Aku Akan pergi ke sekolah , Apakah kau ingin Ikut dengan ku ? " . Ia pun mengangguk bahagia . Segera Aku pergi bersamanya ke sekolah dengan cepat agar tidak telat .
Sesampainya , Segera kuberikan padanya sebuah Buku tulis Dan segenggam pensil . Kukatakan padanya agar menulis sebuah pelajaran Di kelasku , tentunya dengan segala maaf karena ia harus diluar kelas . Entah apa yang Akan ia tulis Di lembar Kosong itu , ku Akan menghargainya .
Sejak awal Aku bertemu dengannya , terlihat jelas dimatanya Bahwa ia seorang yang pandai . Walau ku tak tahu siapakah dia .
***
Kegiatan sekolah telah usai , Segera kujemput dia Dan pulang ke Rumah .
Sesampainya , kulihat Buku tulisnya . Tergurat sebuah puisi pendek didalamnya
Ingin ku menjadi Presiden .
Dengan Tanggung jawab , ku tegakkan negeri ini .
Tapi...
Tak kubiarkan , Setetes narkoba memasuki lorong mulutku .
Dan tak ku inginkan , Ku hanyut dalam kekayaan , Yang membawaku mask ke jurang keterpurukan .
Biarkanlah... Ku menjadi anak biasa , Yang Hanya menjadi debu Di masyarakat .
By : Rieke Andyaksa
.
Begitu indah Hingga ku tercengang membacanya . Ku Hanya bisa tersenyum melihatnya . Dengan tulisannya , ia bisa membuka pintu dunia .

Sabtu, 02 Juni 2012

Catatanku

Angin masih berhembus tenang . Menyibak kerudungku . Dengan berbekal sekeranjang mawar Putih , ku duduk termangu bersandarkan pohon rindang . Sejumput mawarku Ikut terbang bersama Sang Bayu . Ku lepas kerudungku , angin mempermainkan helai rambutku . Begitu damai , sejuk.... Ketika ku terjembab oleh tangis , biarkanlah ku larut bersamanya . Kupandang titik-titik air mataku Bagai hujan yang membasahi tanah pijakanku . Hingga ku tumbuh bersama daun ketulusan , dengan setetes embun pengharapan . Dan meninggalkan secercah Cahaya keikhlasan . Dengan segenggam kekuranganku Ku tahu artiku disini Kumaknai berbagai pelajaran yang menghampiriku Kusambut arti Di setiap langkahku