Sabtu, 06 Oktober 2012

My Beautiful Life

Bab 2 (01)

Waktu berlibur telah tiba . Aku bersama keluarga akan berlibur ke Bali .
Ya , tempat destinasi yang paling indah untukku ( tapi ku tak mengerti apa yang dipikirkan kakakku . Sepanjang perjalanan ia hanya diam tanpa sebuah kata terlontar ) .

Walaupun hanya menempuh waktu 1 jam , tapi itu sudah cukup untuk membuatku terjun kedalam kebosanan . Kupasang earphone di telingaku dan kumulai bernyanyi - nyanyi tak jelas . Apakah itu cukup untuk menghibur kakkakku ? . Entahlah ...

***

akhirnya , kami sampai juga di bandar udara Ngurah Rai . Sesegera kami menelpon taksi dan pergi menuju hotel yang telah dipilih .

Setelah perjalanan selama 2 jam ( penyebab utama : MACET ! ) . Kami sampai di hotelnya . Sesampainya di kamar yang tersedia , Aku , kak Rieke dan Ibu bersegera untuk mandi karena kami merasa keringat sudah membanjiri dari ujung rambut , ujung ketiak ( Bauuu ... ) , hingga ujung kaki . Sedangkan Ayah ... Tertidur pulas dilengkapi dengkuran yang dapat membangunkan satu hotel , tak peduli pada bau menyengat dari tubuhnya .

Hingga kami ( Aku , Kak Rieke , Ibu ) telah segar dan berbau wangi , bersiap - siap pergi ke pantai untuk menikmati indahnya matahari terbenam . Hingga akhirnya kami telah siap dan bersegera pergi ke pantai ( kenapa tak menunggu ayah ? . Itu urusan nanti . Kami juga tak ingin membuyarkan mimpinya . Jadi , biarkanlah ia mendengkur sepuasnya ) .

***

Debur ombak memecah sunyi . Aku asyik bermain bersama ombak-ombak kecil yang berjumpa dengan kakiku . Tak kupedulikan baju dan celana jeansku yang kotor berselimut pasir tebal ( Toh nanti juga masih bisa dicuci . Tenang saja ... ) . Rasanya tak ada yang lebih indah dari menikmati matahari tenggelam ditemani ombak .

"Byurrr !!! ... " " Hahahahaha ... "

Aduh , kerudungku basah ! . Siapa lagi yang melakukan hal seperti itu kalau bukan ayahku . Orang terjahil serumah ( kalau aku jujur , akulah yang kedua ... ) . Terjadilah , perang lempar air kotor ( Air laut + pasir = ? ) antara aku dan ayah .

Setelah capai bermain , aku celinguk-celingukan mencari Kak Rieke . Ternyata , ia terduduk santai dengan melihat matahari terbenam . Terbesit ide jahil untuk mengganggu kakakku . Segera kulepas sepatuku , dan kuisi dengan pasir sebanyak-banyaknya . Dengan mengendap-endap , ku berdiri dibelakang kakakku , dan... " Brussssshhhhh .... " pasir-pasir bercampur bau kakiku jatuh tepat diatas kepala Kak Rieke .

Hey , kenapa ia tenang-tenang saja ? . Ia langsung mengerti apa yang sedang kupikirkan . Segera saja ia mengarahkan telunjuknya ke belakang , dan kuikuti gerakan jarinya . Yap , tepat telunjuknya berhenti . Kulihat sosok tinggi besar dibelakangku , kurasa aku mengenalinya . Dan itu .... Ibu ! .

Dengan jari telunjuk dan jari tengah dibuka , kuarahkan keatas kepalaku . " Peace ... " ku berbisik pelan dan bersikap sok-imut kepada Ibu .

Dan mulailah kejar-kejaran antara aku dan Ibu layaknya kucing dan anjing . Kakakku memandang kami dengan tersenyum dari kejauhan .

Mungkin liburan kali ini memberiku pelajaran untuk tidak bersikap jail pada setiap orang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar